Selasa, November 02, 2010

Temaram Asa

Aku yang merindukan separuh hidupmu... Adalah karena tengah dijalari oleh racun harapan... Dengan demikian... Aku akan selalu inget dirimu... Aku yang tak tahu kemana musti menempatkan diri dihatimu... Kerinduan itu tak bisa pergi...

Itulah sebabnya mengapa hidup ada semacam ketidak- pastian... Sesuatu yang menggantung diantara kepada siapa aku musti berbagi rindu... Langkah ini....menunjukkan sederet pemaknaan hidup...

Namun tidak dalam kerinduan yang tercantum dalam riwayat yang satu... Mungkin benar bahwa aku disini adalah duri... Yang terperangkap dalam ruas rindu yang menjadi tuli...

Sabtu, Oktober 16, 2010

Mencoba Berdiri

Langkahku kadang gontai,tertunduk,tersandung...
Walaupun terlalu berat dan tertatih ku mesti tetap melangkah..
Praduga-praduga,kecemburuan telah sukses membuatku tersungkur..


Mungkin aku ini manusia yang paling bodoh. Aku tak bisa melihat dimana letak kebenaran itu. Bahkan aku cenderung takut mencarinya.
Aku terus saja terhanyut oleh alasan perasaanku sendiri...


Hemmm...
Waktu berjalan kutapaki tanpa kesadaran.. Rasaku mengerti,tapi telingaku tuli.. Sampai gejolak dada menghentakku lewat bisikan...


Kini aku mengerti...
Aku sendirilah sebenarnya yang menciptakan ketakutan-ketakutan itu sendiri.. Tapi yang paling membuatku tersadar,bahwa hidup ini sangat keras..


Pada sore itu,di sebuah serial drama asia yang Berjudul " PERSONAL TASTE " telah mampu membuatku tersadar..
Tiga bait kalimat yang sangat tegas..
1. Jangan mudah percaya.
2. Jangan mudah mencintai.
3. Dan jangan mudah memaafkan.


Ya ... Tuhan?
Berilah waktu atas hamba untuk memperbaiki diri..

MENYAYANGIMU



Dimanapun aku menatap dunia,yang terbayang hanya dirimu. Bahkan saat aku tak bisa lagi memilikimu,aku berharap masih bisa merasakan senyum terindahmu juga hangat canda tawamu.

Selamanya aku tetap begini. Menunggumu dengan ketulusan cintaku..
ntah sampai kapan kau bisa bertahan,menjaga seutuhnya kasih sayangku.. Mesti kau tertaqdir bukan milikku

Jumat, Oktober 15, 2010

MA'AFKAN RAGUKU

Pantaskah raguku hinggap di tengah perjalanan ini...
Setelah jauh melangkah,
setelah angan tercipta,
setelah melewati jalan yang terjal,
setelah betapa cintaku tak terbendung lagi...

Sejauh hati menilai..
Sejauh kaki menapaki...
Sejauh angan berlari...
Namun raguku tetap masih menggelayuti....


Aku ragu dengan kesungguhan rasamu..
Aku ragu dengan ungkapanmu...
Namun bila raguku ini salah,maafkanlah aku...

Kamis, Oktober 14, 2010

MENATA HATI

Tesesan embun yang bening,menghias pagi yang hening, ku tengadahkan kepala menatap langit yang berawan,mencoba memaknai hidup yang penuh ujian,berharap kuat hadapi kenyataan karna hidup tentulah penuh pengorbanan.


Ku tak tau cukupkah bekal yang ku bawa,agar jemari ini tak lagi berdusta. Keikhlasan kadang di pertanyakan,semoga hatiku siap menerima sapa'an.


Lantunan lirik yang kau perdengarkan telah menyibak arti dan sangatlah ku mengerti..tp tetesan airmataku membuatku bingung,apa sebenarnya yang membuat ia berlinang? Sedihkah? Tak rela? Atau.... Ach ntah!




Kadang aku sendiri takut melihat airmata,karna tiap tetes yang terjatuh adalah pisau yang mengiris hatimu..sedang aku tak rela jika kau terluka rasa..


Kembali ku tata hati,menempatkan diri sebagai hamba yang berbakti..mencoba menerima taqdir,bahwa aku bukanlah wanita yang dipilih Tuhan untuk mendampingimu.


Secarik kertas ini adalah luahan emosi yang nyata. Merelakanmu dalam ikhlas.. Terima kasih Tuhan... Telah Kau pertemukan hamba dengan cinta yang sebenarnya,mencintai tanpa mengharap balas... Kuatkan hamba dalam ikhlas.. Amien... Amien... Amien...