Jumat, Desember 23, 2011

Roda waktu

Hidup adalah roda yang
menggelinding. Meninggalkan
jejak bersama jarum waktu. Ia
berpacu menuju puncak
yang bisa diulang. Hari ini
bukanlah kemarin atau esok hari
.
ini adalah kini yang menanti kita
dengan sepenuh hati.

Sedang
esok masih menunggu tanpa
kita tahu apa yang akan berlaku
. sementara kemarin adalah
masa lalu yang makin menjauh.

Seiring waktu berlalu dan hanya
meninggalkan jejak di buku
kalbu. sedang kita hanya bisa
mengenang tanpa bisa
mengulang. hidup memang licik
bagi orang- orang picik. Hidup
memang kejam bagi para
pendendam. Tapi hidup juga
indah bagi mereka yang pasrah
.

Aah, mengapa harus mengeluh
sementara peluh belum jatuh
.
mengapa mesti menghujat
sementara doa belum terpanjat.
Biar, biarkan ia mengalir bagai
air, siapa tahu ia mampu
memberi subur... lalu kalaupun
tak ada,apa hak kita untuk menolak
kuasaNya~?? Tabahlah, karena pada
setiap ujian ada cinta Sang
Pencipta.

Kamis, Desember 22, 2011

Ketika Sunyi

Kepada laut jiwaku berserah,
deburan ombaknya iramakan
resahku. bayu menyapa lembut
lewat sore dan terkadang taufan
menggila buat aku lantang
menjerit sekuat gelombang
laut...

Ambillah aku
...
Tenggelamkan aku ke dadamu
.
aku terlalu rindu padamu.. Laut
aku sunyi peluklah daku dengan
gulungan ombak perkasamu.
laut rawatlah jiwaku yang penat
dgn deburan airmu *

HASRAT

Jauh ragamu jauh wajahmu jauh
senyummu. tapi jauh di
lubuk hatiku kau terasa dekat
seolah tak ada jarak yang
menyekat. terasa wangi
tubuhmu masih menggoda
penciuman. seperti juga
candamu yang terus
menggelitik telinga. terasa
keindahan saat bersama masih
menjelma seperti juga mesramu
yang terus menggelayuti angan
.
ah, seandainya kau berada di
dekatku, ingin kudekap jiwa
ragamu hingga kuyakin bahwa
kau tak kan berpaling dariku selamanya *

Risalah Jiwa

*Debur pasir menghitung masa
sekiranya tinggal segenggam
lagi.Terasa saja mengucur tanpa mau
berhenti.
Bila telah penuh sembah
bakti. Sang pujangga rela lepas
baju besi..Berat hati tak dipikir
lagi. Jauh diatas akal dalam
membelah jantung.Perih tersayat
peristiwa, sedih berkandung
badan.Kubungkus semua
kenangan dan kuikat.
Pengalaman sudah selanyaknya jadikan
cermin untuk berdiri. Pergi bukan
berarti mati. Tapi dimana ukuran diri
harus dibanggakn. Mungkin bejana
waktu n hawa baru dpt
mengerti..?pastikan langkah untuk menggapai
asa kembali

Rabu, Desember 21, 2011

Cermin Diri

Ungkapkanlah isyarat hatimu
yang mendesak ingin
dikeluarkan, dan kadang
termuntahkan ditempat yang
salah. Tapi jagalah adab
batinmu, jangan mencampuri
urusan-Nya, jangan kurang ajar
pada-Nya, jangan
mencampurkan yang haq
dengan yang batil. Dan berlaku
adillah kepada saudara-
saudaramu, boleh jadi di antara
mereka ada yang menjadi sesat
atau terdzalimi oleh isyarat hati
yang kau dzahirkan.*

Tak ada rahasia berharga yg
patut aku ungkapkan, karena
aku tahu bahwa jika aku
sampaikan, kebanyakan yang
aku ungkapkan hanyalah dusta
belaka. Aku bicara tentang Allah,
padahal aku belum mengenal-
Nya. Bicara tentang Haq-Nya,
aku belum menyaksikan-Nya
dengan yakin. Bicara tentang
mensyukuri nikmat-Nya, aku
bukan orang yang pandai
bersyukur. *

Bicara tentang dzikir kepada-
Nya, padahal aku orang yang
lalai. Bicara tentang Keagungan
dan Kemurahan-Nya, tapi aku
sering mengabaikan-Nya. Bicara
tentang ketaatan kepada-Nya,
padahal aku seorang ahli
maksiat yang banyak
mendurhakai-Nya. Bicara
menyeru ke jalan-Nya,
sedangkan aku sering berpaling
dari jalan-Nya. Semua yang akan
kukatakan hanya omong kosong
belaka!*

Lalu apakah yang lebih baik
bagiku selain diam?*
Apa lagi jika harus bicara
tentang cinta kepada-Nya?
Dusta apa lagi yang lebih besar
selain ungkapanku, ''Allah, aku
mencintaimu!''?!*

IBU

Ibu
Setiap deras degupan
jantungku
Engkau mampu merasanya

Ketika aku:
Sedih
,
Gembira,
Gelisah
,
Naluri ibumu
Bagaikan belati dalam diriku.

Ketika aku sedih
Kaulah obat duka
laraku
.
Menceriakan
rasa jiwaku..
Ketika aku gembira
Engkau juga turut bahagia.
Kegembiraan yang menyinari
saat
Aku hidup di muka bumi ini
Sebagai manusia
yg sempurna.

Pabila gelisah menyelubungi
jiwaku
Engkau masih bersamaku
,
Menolong menyelesaikan
Masalah yang tak sudah-sudah
mengusutkan
Perjalanan hidupku
.

Ibu
Selagi hayat dikandung badan
Aku akan sentiasa
mendampingimu
Membelai dan menjagamu
hingga ke hari tua

Ibu
Aku tahu kasih sayang yang
kucurahkan kepadamu
Tak sebanding kasih sayang ibu
kepada anaknya
Ibu, terimalah
keikhklasanku
Untuk menyayangi
mu selalu.

Sajak Untuk Bunda

Detik masa terus berlalu tanpa
menanti sesiapa dan semakin
hari umur kita pun akan
meningkat bersama
pengedaran masa.

Kita semua
dilahirkan di dunia ini melalui
seorang yang bernama ibu.
Begitu besar peranan dan jasa
insan yang bernama ibu ini.
Oleh itu renungkanlah sejenak
apakah yang telah kita lakukan
untuk membalas segala budi
ibu ini. Sekurang-kurangnya
peluk dan ciumlah ibu masing-
masing yang dapat berjumpa
atau sekurang-kurangnya
telefon ibu bagi mereka yang
duduk berjauhan seperti saya.