Ungkapkanlah isyarat hatimu
yang mendesak ingin
dikeluarkan, dan kadang
termuntahkan ditempat yang
salah. Tapi jagalah adab
batinmu, jangan mencampuri
urusan-Nya, jangan kurang ajar
pada-Nya, jangan
mencampurkan yang haq
dengan yang batil. Dan berlaku
adillah kepada saudara-
saudaramu, boleh jadi di antara
mereka ada yang menjadi sesat
atau terdzalimi oleh isyarat hati
yang kau dzahirkan.*
Tak ada rahasia berharga yg
patut aku ungkapkan, karena
aku tahu bahwa jika aku
sampaikan, kebanyakan yang
aku ungkapkan hanyalah dusta
belaka. Aku bicara tentang Allah,
padahal aku belum mengenal-
Nya. Bicara tentang Haq-Nya,
aku belum menyaksikan-Nya
dengan yakin. Bicara tentang
mensyukuri nikmat-Nya, aku
bukan orang yang pandai
bersyukur. *
Bicara tentang dzikir kepada-
Nya, padahal aku orang yang
lalai. Bicara tentang Keagungan
dan Kemurahan-Nya, tapi aku
sering mengabaikan-Nya. Bicara
tentang ketaatan kepada-Nya,
padahal aku seorang ahli
maksiat yang banyak
mendurhakai-Nya. Bicara
menyeru ke jalan-Nya,
sedangkan aku sering berpaling
dari jalan-Nya. Semua yang akan
kukatakan hanya omong kosong
belaka!*
Lalu apakah yang lebih baik
bagiku selain diam?*
Apa lagi jika harus bicara
tentang cinta kepada-Nya?
Dusta apa lagi yang lebih besar
selain ungkapanku, ''Allah, aku
mencintaimu!''?!*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuliskah wahai pena? Apa yang telah kau fahami... Jujurlah wahai pena? Karna kejujuranmu menjadikan aku mengerti salah dan khilafku