Ku selalu terjaga dan ku gembalakan malam,kuperhatikan ia dalam setiap pendar mata.. Agar gigilnya tak mampu menyentuh kulit kekasihku...
Aku ingin menjadi unggun di atas hamparan taman jiwamu...agar kabut malam tak berani menyentuhmu..
Duhai kekasih hatiku... Diantara belantara pekatnya malam masih tetap bersinar rembulanku.. Bila hari telah berganti siang,maka ku titipkan cahayaku pada sang mentari agar panasnya tak mampu menyegatmu... Karna aku akan jadi awan untuk menaungimu...
Tatkala ku lihat angin yang akan menghempasmu,aku akan menggenggamnya dan melempar jauh dari pandangan mata..hingga kau merasakan tentram bersama cintaku...
Tersenyumlah kembali kekasihku.... Ini rembulan untukmu... Hanya bersamamu aku mampu menjaga purnama....
Cepatlah sembuh...
Pendarkan senyuman...
Disini kami merindukanmu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuliskah wahai pena? Apa yang telah kau fahami... Jujurlah wahai pena? Karna kejujuranmu menjadikan aku mengerti salah dan khilafku