Selasa, Februari 25, 2014

Nada Kehidupanku

Kuberlayar menuju pantai harapan,,mengarungi luas laut kehidupan. Matahari tak selalu bersinar terang. Kadang ada awan gelap nan membayang.. Beberapa waktu yg lalu gelombang kehidupan sempat menghempaskan hidupku,galau mengejar asa. Berharap tiada menyerah. Menelaah arti kehidupan,menyadari pahitnya arang yg kadang terkecap jua.. Hemm... Hebat nian roda kehidupan,membuncah meliuk liuk pada bejana waktu. Rasa menggelepar menahan gundah. Bara menyala menyulut api,risau berhias mimpi memerah melarutkan sepi. Apa yg mesti kulakukan,...saat rindu menikam langit..? Ketika deru topan membawa semua harapan,tak ada lagi menyisakan sedikitpun arti. Dalam temaram kehidupan hanya setitik cahaya menyinari kehampaan... Adakah air cinta msh mengalirkan kemuliaan..? Adakah sungai kasih masih membentang..? Adakah setetes embun kan datang tiap pagi menjelang..? Pada senja memerah ku titipkan untaian mimpi, menyandarkan pada pundak malam... N kumenanti jawaban saat dini menjelang.. Jika saja gerimis tak segera usai,aku akan mengurai satu demi satu kebekuan hatimu. Kuhiasi n0ktah n0ktah berwarna cemerlang. Lalu melukisnya di kanvas langit,n kujadikan gambaran akan sejuta anganan jiwaku. Sungguh,aku hanya punya cinta yg sederhana. Namun q tlh merajutnya dgn benang benang kesetiaan. Dan ku jalin indah hingga waktu ku jelang....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuliskah wahai pena? Apa yang telah kau fahami... Jujurlah wahai pena? Karna kejujuranmu menjadikan aku mengerti salah dan khilafku