Sabtu, Juli 17, 2010

TEGAR

Langkahku hanya langkah seorang perempuan. Yang merangkak dari puing puing kehancuran..
Kemanakah aku harus berlari...?

Dikala surya mulai tenggelam dan semua tampak begitu gelap,tanpa bintang,tanpa bulan,tinggallah air mata yg sering berlinang basahi pipi...

Pada awan hitam yang berarak memanjang,sering jiwaku terduduk pilu.. Menggapai dalam sepi,dalam hampa.. Dan banyak pertanyaan yg teramat sulit aku jawab...

Oh Tuhan...
Tabahkanlah hati ini.. Segala pengorbanan telah ku jalani.. Segenggam harapan ku coba pertahankan,namun apa daya... Semuanya telah sirna..

Terkadang aku bertanya dalam hati. Sampai kapan perjalan ini akan berhenti..? Namun tiada sehawa anginpun mau memberiku tahu...

Apa yang terbaik buatku.? Tetap hidupkah...? Atau mati...? Jangankan untuk itu, untuk sekedar memilih hidup atau matipun aku tak tau..

Tuhan..
Berilah aku ketegaran,agar diri ini mampu terima sapa'an-Mu.
Kalau memang harus Kau ambil kebahagianku,aku ikhlas... Tapi aku bermohon jangan Kau ambil IMANKU..

DENGARKAN AKU

  • Suaraku memang pelan,tapi tdk lirih...
  • Suaraku memang pelahan,namun bgtu mampu didengar...
  • Menembus kedalam relung hatimu,masuk di tiap sudut sudut,menggema di rongga dada.
  • Dengarkan dengan hatimu..
  • Dengan itu kau dapat tau apa yg ingin aku sampaikan... Yang sangat ingin aku teriakkan.
  • Aku menunggu suaramu memanggilku,meski hanya dengan isyarat...
  • Aku menunggu ulur tanganmu untuk menjemputku meninggalkan gelap ini.

Rabu, Maret 31, 2010

MELIHAT DIRI

Setiap ujung jalan harus ada evaluasi. Keberhasilan kadang dipertanyakan. Hati2 dgn kata kata optimis.. Jangan terlena pahit perjuangan. Atur berapa jengkal jauh lega bahagia. Mengertilah atur emosi dgn sabar. Pikirkan panasnya siang ato pekatnya malam

BUNGA PLASTIK

Kadar keinginan yang kuat selalu saja menyelam dalam hati. Bukan hanya kibasan angan,tapi bisa untuk diucap. Ketukan jiwa sering saja memandang indah.. Maunya jgn sampai layu. Maunya jgn sampai rusak. Maunya jgn sampai hilang. Tetap indah.. Tetap menarik... Tetap menyenangkan... Selalu saja seperti itu bila mungkin dapat diungkap... Perumpamaan jiwa seperti bunga plastik

Selasa, Maret 30, 2010

DOSA YG KU LUPA

Wahai Engkau yang disana! Disini aku menunggu Mu Setelah sekian lama aku meyakini Mu, dan kemudian meninggalkan Mu. Kemana lagi hendak kuhentakkan langkah. Ketika aku hanya menemukan jiwa gelisah. Tak kuasa aku menerima takdir Mu. Tak berdaya aku menghadapi kebesaran Mu. Oh... Dalam kesendirian jiwa kudekati Engkau. Tetapi semakin tenggelam aku dalam jalan ini. Kini Kau semakin menjauh.. Tidak begitu berhargakah diriku di mata Mu?