Saat sinar sinar rembulan menyinari malamku dan di saat angin malam menembus tubuhku. rasa gelisah pun menyelimuti tubuh ini yang sedang dalam penantian panjang. dan aku berkata kepada angin malam tolong sampaikan salam rinduku padanya karena aku sangat mencintainya dan aku sangat membutuhkannya di sampingku. ==================================== Resahku Terhenti ketika telingaku mendengar jangan pernah dengar rasa takutmu ketika matamu mulai mengantuk jangan pernah melihatnya lihat aku saja karena jika kau melihatnya rasaku terhenti sejenak aku takut suatu saat kau mulai mendengarnya melepasku dan menggenggamnya mengertilah aku takut takut tidak pernah menatap matamu lagi. Aku takut hatiku terhenti dan kau mulai menatapnya lurus ====================================
Sabtu, Mei 28, 2011
Senin, Mei 23, 2011
Untuk Kekasih...
Kekasih.. Malam ini kembali kurajut bayangmu. Menyerupai keinginan dan pengharapan. Agar setiamu tetap memancari cinta kita.
Seperti juga aku yang setia menantimu. Kekasih.. Jauhku mungkin meragukan hatiku. Namun kubias lewat secercah senyum Agar tak terpekik dalam hampa. Dan aku tetap menyambangi hatimu.
Kekasih.. Bila malam menjurang pekat Aku mencoba melabuhi bayangmu Lewat derapan hayal disertai asa. Semoga berbalas dikesunyian ini. Kekasih.. Aku bertahan demi menjaga hati, Aku bernaung demi memulas mimpi. Aku menyintaimu. Dan kekasih.. Bila batas cintamu membias Aku mencoba meluruhkan hati Agar tak terbersit keterpaksaan. Sebab cinta saling menjaga Sebab cinta tak bisa dipaksa.
Malam Dalam Rindu
Malam melabuhkan rasa rindu. Malam melarutkan kata ungkapan. Malam menyandarkan raga resah. Malam menyelimuti jiwa diam.
Andai kau tahu (Tapi kau tak pernah tahu)
Sehingga aku hanya bisa menggeliat lara. Terpaku pada putaran waktu. Terbius pada hembusan bayangmu.
Malam dalam rindu. Paduan nimat menyusuri dingin alam. Dalam alunan senandung gelisah lumati asa dalam putus asa.
Andai kau tahu (?) Bahwa kerinduan ini semakin dalam. Bahwa kerinduan ini semakin jelas.
Bahwa… Aku benar-benar merindumu.
Pada Satu Bintang
Saat rembulan mencerahkan cahaya. Dalam bentuk bulatnya yang begitu anggun. Nampak satu bintang hanya mengerdip sesaat. Dan jarakpun membatasi rengkuhan.
Entah mengapa diantara bintang yang bertabur Sang rembulan hanya menitiskan hati pada satu asa. Pada satu bintang diantara bintang lainnya. Pada satu bintang nun jauh di sana. Ketika mendung menyapu cahaya malam Ada kidung luka menyeruak sang rembulan. Ingin rasa menggapai sang bintang Lewat cahaya yang semakin meredup Dan hingga pada batas selubung pekat..
Rembulanpun tersembunyi di balik kelabu malam. Rembulanpun menangis lewat gerimis meluruh. Rembulanpun kehilangan satu bintang..
Sepotong Rindu
Sepotong rindu yang membelenggu Berupaya menggenggam rasa lewat asa lalu pada dentuman waktu Mencoba menguras hampa penuh isak. Selembar hati yang jauh Berupaya menggapai pasti lewat rindu Lalu pada hembusan angin Mencoba menitipkan salam penuh cinta. Duhai rindu.. Duhai hati.. Mengapa harus mengarungi kepenjaraan? Mengapa tak berusaha mendekat? Mengapa?
Langganan:
Postingan (Atom)