Sabtu, Mei 21, 2011

Buat Kau Yang Terindah


Sebuah ungkapan cinta Ku ukir di hati gersang ini. Ku jaga. Ku simpan Dan ku abadikan bersama jiwaku. Kepada kau yang terindah Dengarlah dan tenunglah bicaraku Kan ku pertahankan Cintaku buatmu Kan ku abadikan Kenangan mesra yang kau bina bersamaku.

Andai tiada lagi bicara cinta dari hatimu Aku redha Aku pasrah Namun Setitis air mataku yang mengalir karanamu Bisa menjadi saksi ketulusan cintaku Bisa menjadi saksi kejujuran hatiku.

Kepada kau yang terindah Lihatlah lirikan mataku Yang sentiasa mencari bayangmu Pandanglah tarian bicaraku Yang seringkali mengungkapkan kata rindu Dan mengertilah hembusan nafas dari jiwaku Yang membawa seribu tafsir cinta buatmu.

Kepada kau yang terindah Mengertilah Aku masih merindu Aku kian menunggu Merindu saat indah tika bersamamu Menunggu kau kembali ke pangkuanku.

Kepada kau yang terindah Aku cinta padamu

Ingin Mengulang Waktu


Andai waktu itu mampu aku takluk Akan aku abadi di sisimu Akan aku setia pada rinduku Akan ku seru namamu Menggetar cinta Membunuh kebencian. Andai waktu itu mampu aku takluk Ingin sekali aku dakap bayangmu Ingin sekali aku genggam tanganmu Biar kau tahu Tidak rela aku kehilangan Walau hanya sekujur bayangmu Andai waktu itu mampu aku takluk Ingin ku beritakan pada seluruh alam Kesaktian cinta Keagungan kasih Dan selautan rindu ini Hanya untukmu Andai waktu itu mampu aku takluk Akan aku sujud di kakimu Memohon jutaan ampun dan maaf Hanya kerana mencintaimu Hanya kerana merinduimu

Arti Kesetiaan


Maafkan aku jika semalaman engkau berfikir dalam prasangka tentang kesetiaanku. apakah janji tidak bertulis itu engkau sangkal atau sekadar menguji sabarku?

Maafkan aku jika semalaman engkau tidak gembira tentang hubungan kita barangkali engkau terbayang kisah silam yang pahit akan berulang atau keyakinan dirimu kian longgar?

Maafkan aku jika semalaman engkau menjadi resah gelisah tentang ragumu dalam kesetiaan yang bertahan begitu lama. barangkali sesekali hatimu diusik cemburu yang lalu kemudian engkau tersentak sendiri!

Hari ini ungkapan lebih hebat engkau harus mengerti dunia kehidupan yang memungkinkan segalanya bukan sekadar hati harus dipelihara tetapi keyakinan diri mengajar pengalaman kita bersatu hati dan menghargai kesetiaan..

Titisan Malam


"Ya Allah Berdetik jantungku menyebut nama-Mu. Tenang dan damai dalam kalbuku Sedingin sinar embun pagiMU. Indahnya tak dapat ku gambarkan lagi Lebih tenang dari pantai yang sunyi. Lebih damai dari taman yang wangi. Ingin ku hilang diri. Ingin ku kembali Walau belum sampai waktunya. Biarlah ketika ini. Saat jari ku dapat menari. Saat jiwaku dapat merasai. Sungguh rindu bagai pencinta sejati.

Titisan layu membasahi Bukan pipi... bukan diri Tetapi hati yang rindu pada Illahi. Cinta itu takkan hadir. Bahagia itu takkan sempurna pada diriku yang runsing dan dukacita yang lemah dan tak berusaha, yang penakut dan bakhil, yang berhutang dan di tekan orang lain.

Cinta... ..bahagia Ingin ku miliki Cita-cita... ..impian Ingin ku penuhi Mengajak ku berjuang... .berbakti Meninggalkan kesenangan duniawi Mengajakku bersendiri Meninggalkan fitnah menghancurkan diri. Akan tiba waktu itu Pabila aku mengenali-Mu aku mendampingi kalimah-Mu Pabila hatiku Mencintai-Mu dan Rasul-Mu Lebih dari tiap sesuatu .

'Ya Allah kami mohon cinta-MU dan cinta orang yang mencintai-Mu serta semua amalan yang mendekatkan kami kepada cinta-Mu' 'Ya Allah lindungilah kami dari kerunsingan dan dukacita,lindungilah kami dari kelemahan dan kemalasan, lindungilah kami dari penakut,Perkenankanlah Ya Allah doa kami dan terimalah amalan kami,Sesunguhnya Engkau Maha Pemberi..

Selasa, November 02, 2010

Temaram Asa

Aku yang merindukan separuh hidupmu... Adalah karena tengah dijalari oleh racun harapan... Dengan demikian... Aku akan selalu inget dirimu... Aku yang tak tahu kemana musti menempatkan diri dihatimu... Kerinduan itu tak bisa pergi...

Itulah sebabnya mengapa hidup ada semacam ketidak- pastian... Sesuatu yang menggantung diantara kepada siapa aku musti berbagi rindu... Langkah ini....menunjukkan sederet pemaknaan hidup...

Namun tidak dalam kerinduan yang tercantum dalam riwayat yang satu... Mungkin benar bahwa aku disini adalah duri... Yang terperangkap dalam ruas rindu yang menjadi tuli...