Maafkan aku jika semalaman engkau berfikir dalam prasangka tentang kesetiaanku. apakah janji tidak bertulis itu engkau sangkal atau sekadar menguji sabarku?
Maafkan aku jika semalaman engkau tidak gembira tentang hubungan kita barangkali engkau terbayang kisah silam yang pahit akan berulang atau keyakinan dirimu kian longgar?
Maafkan aku jika semalaman engkau menjadi resah gelisah tentang ragumu dalam kesetiaan yang bertahan begitu lama. barangkali sesekali hatimu diusik cemburu yang lalu kemudian engkau tersentak sendiri!
Hari ini ungkapan lebih hebat engkau harus mengerti dunia kehidupan yang memungkinkan segalanya bukan sekadar hati harus dipelihara tetapi keyakinan diri mengajar pengalaman kita bersatu hati dan menghargai kesetiaan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuliskah wahai pena? Apa yang telah kau fahami... Jujurlah wahai pena? Karna kejujuranmu menjadikan aku mengerti salah dan khilafku