Terlalu banyak yang bicara luka. meski diantara kita tak sepenuhnya faham. pernah kah kita berfikir sejenak saja paling tidak mendengar dari orang lain, mengenai apa arti luka itu sendiri.
Kita terlalu angkuh dan bodoh sehingga menganggap luka kita adalah luka dunia, padahal luka itu tak ada setitik pun dari debu yang berterbangan. lalu apa yang kita harap dari rintih keluh serta koar koar mengatasnamakan luka? untuk sekadar mencari dukungan?
Cerita-cerita sendu sudah cukup lama dikumandangkan tapi yang dicari bukan penyelesaian yang ada malah mencari siapa yang harus dikambinghitamkan pada akhirnya kita harus tersadar dengan sendirinya bahwa orang terakhir yang harus disalahkan adalah diri sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuliskah wahai pena? Apa yang telah kau fahami... Jujurlah wahai pena? Karna kejujuranmu menjadikan aku mengerti salah dan khilafku