Rintik hujan meluruh pelahan. Membentuk butiran-butiran lembut Yang menitik resah di kaca jendela Dan membentuk lelehan bak airmata.
Semalaman aku menghayati makna Dalam renungan. memandangi kaca jendela Sebentuk larapun menoreh hati. Menghayutkan fikiranku arungi ilusi semu. Keberadaanmu selalu kupertanyakan Meski ku sadar tanpa alasan Namun toh selalu menjadi ingatan
Maafkan atas pertanyaanku. Dan malam yang merepih Dan rintik yang meluruh Dan hati yang sunyi Dan raga yang dahaga…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuliskah wahai pena? Apa yang telah kau fahami... Jujurlah wahai pena? Karna kejujuranmu menjadikan aku mengerti salah dan khilafku