Ku takar hari demi menjaga cinta kita. Ku ikat hati demi mengerat janji kita. Sebatas asa yang kupunya Pada belaian yang lama mereguk kisah. Tak jua kau tahu betapa dalam rasaku Kau tetap membuat hatiku meragu. Tak ingin kumerubah dirimu Karena kukenal dirimu apa adanya Namun selalu keraguan hadir Mengurut langkah perjalanan kisah kita. Duhai… Aku kehilangan kendali Kamu tetap diam dalam lambaian tanganku Dan sia-sia aku meneriaki namamu. Bila masih saja merengkuh diam Mungkinkah kisah kita tetap melangkah? Mungkinkah kasih kita tetap terjalin? Atau kita berhenti untuk merenung.. Semoga kau mengerti Betapa aku mengharap cintamu
Senin, Mei 23, 2011
Di Batas Kesempatan
Ku takar hari demi menjaga cinta kita. Ku ikat hati demi mengerat janji kita. Sebatas asa yang kupunya Pada belaian yang lama mereguk kisah. Tak jua kau tahu betapa dalam rasaku Kau tetap membuat hatiku meragu. Tak ingin kumerubah dirimu Karena kukenal dirimu apa adanya Namun selalu keraguan hadir Mengurut langkah perjalanan kisah kita. Duhai… Aku kehilangan kendali Kamu tetap diam dalam lambaian tanganku Dan sia-sia aku meneriaki namamu. Bila masih saja merengkuh diam Mungkinkah kisah kita tetap melangkah? Mungkinkah kasih kita tetap terjalin? Atau kita berhenti untuk merenung.. Semoga kau mengerti Betapa aku mengharap cintamu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuliskah wahai pena? Apa yang telah kau fahami... Jujurlah wahai pena? Karna kejujuranmu menjadikan aku mengerti salah dan khilafku