Ketika hati melabuh sepi. Sejenak dalam diam, kuhembuskan nafas. Menghayati, betapa hidup penuh makna. Menikmati, betapa Tuhan penuh kasih sayang.
Dan sepi yang melabuh Membentuk gundukan resah bertabur hampa. Sementara regukan nikmat yang Kau beri, Tuhan Melarutkan resah dan hampa, berganti takjub. Terima kasih Karena suasana hati berangsur benderang Saat bersujud dalam keiklasan PadaMu jua kuberharap Dalam hidup, juga matiku…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuliskah wahai pena? Apa yang telah kau fahami... Jujurlah wahai pena? Karna kejujuranmu menjadikan aku mengerti salah dan khilafku